Kemarin, 8 April merupakan hari spesialmu kan
pak. Maaf, hari kemarin aku tak sempat untuk pulang karena ada beberapa
kesibukan yang tak bisa kutinggalkan. Kepada Bapak yang berulang tahun, di hari
yang membuat usiamu bertambah satu tahun aku ingin mempersembahkan sebuah tulisan
yang mungkin tak sempurna ini. Mungkin tulisan ini hanya sepersekian dari
perwakilan perasaan sayang dan cintaku padamu. Karena perasaan cintaku untukmu
tak pernah bisa digambarkan bahkan dijelaskan dengan kata-kata apapun kecuali
perasaan itu sendiri.
Buatku, Bapak adalah segalanya. Bapak adalah
cinta pertama anak-anak perempuannya. Bapak adalah seorang pria yang dalam diam
tetap mendoakan putrinya dari dia belum terlahir di dunia hingga sekarang dia
sudah beranjak dewasa. Bagiku doa apapun yang kau berikan untukku adalah obat
terbaik saat aku sedang merasa lelah dan sedih, selain doa dari Ibu tentunya.
Terima kasih tak henti-hentinya kuucapkan untuk membawaku dalam setiap doamu,
Bapak.
Suatu saat nanti, anak perempuanmu ini pasti
akan dipinang oleh seorang laki-laki. Tapi jika aku bisa meminta, aku ingin
mendapatkan seorang laki-laki seperti dirimu. Seorang pria yang memperlakukanku
seperti putri, yang ingin selalu melihat istri dan anaknya bahagia, tidak
peduli apapun yang dia lakukan dia hanya ingin melihat keluarganya bahagia
walaupun itu harus mengorbankan perasaannya, yang tidak ingin melihat putrinya
menangis dan selalu melindungi putrinya. Namun buatku kau tetap cinta pertama
yang tak terganti. Seorang pria yang sangat berarti untukku.
Terima kasih Bapak, tak akan pernah bibir ini
bosan mengucap terima kasih karena kau adalah orang yang selalu ada, kau adalah
pandangan kemana aku akan melangkah nantinya. Setiap nasihatmu adalah cambuk
yang paling ampuh untukku, walaupun pada kenyataannya aku masih sering
menentangmu dan sangat amat sering membuatmu marah. Perdebatan kecil yang
berujung pada diam selalu terjadi hampir setiap harinya. Bentakan dari dirimu
hampir selalu kudengar tiap kali kita sedang berbicara secara langsung bahkan
juga via telfon. Kau memang orang yang sangat keras, apalagi denganku yang
sering berbuat salah ini. Tapi aku juga tau, kau tetap menyayangiku bahkan tak
pernah berubah sedikitpun.
Bapak, mungkin aku adalah anak perempuan yang sering
membuat tekanan darahmu menjadi tinggi. Ya, aku memang sangat berbeda dari kakak.
Dia selalu menuruti apa yang kau katakan, tapi aku? Selama aku rasa itu tidak
sesuai dengan apa yang aku mau, pasti aku akan menentang dan perdebatan akan
terjadi diantara kita. Terima kasih untuk kesabaranmu selama ini, terima kasih kau
tak pernah letih menghadapi aku yang keras kepala dan egois ini. Tapi jika kau
telah merasa letih, aku meminta maaf, dan tolonglah untuk tetap sabar
menghadapiku.
Engkau selalu mendorongku disaat aku mulai
merasa lelah, engkau selalu mengingatkanku untuk terus bersemangat untuk
mencapai segala cita-citaku. Selama 19 tahun ini, mungkin aku hanya bisa
merepotkan bapak, dari mulai masalah sekolah hingga masalah keluar masuk rumah
sakit. Aku berjanji pada diriku sendiri pak, aku akan membuat tiap detik
waktumu bahagia. Aku hanya ingin melihatmu menangis bahagia, bukan menangis
karena terluka. Walaupun akulah yang sering menjadi alasanmu terluka, tapi
jujur aku tak pernah bermaksud untuk membuatmu terluka.
Bapak adalah ayah terhebat di dunia. Bapak
adalah kebanggaan, panutan sekaligus kesayangan Ibuk, Mba Jo, dan aku
tentunya. Doa yang selalu kita berikan untuk bapak tak akan pernah putus,
sekalipun oleh jarak yang jauh. Setiap detik perhatian dan barisan kalimat bijaksana
yang selalu kau berikan tak akan pernah kulupakan. Kau mengajarkan kami untuk
menjadi pribadi yang baik, kau mengajarkan kami tentang keikhlasan, dan kau
juga yang mengajarkan kami untuk mengerti arti ketulusan yang tak terbalaskan.
Untuk pria yang sangat susah untuk diajak foto,
yaa Bapak merupakan seorang yang tidak suka foto, itulah sebabnya banyak foto
keluarga kita yang tanpa ada bapak karena dialah yang mengambil foto kita saat
itu. Selamat ulang tahun, Bapak. Sehat selalu ya pak, tetap menjadi inspirasi
kita semua. Sampai kapanpun, bapak tetep kebanggaan kita. Semoga Tuhan selalu
melindungi dan memberi kebahagiaan untuk bapak. Amin.
"Meski usia terus bertambah dan semakin menua. Cintaku padamu tak akan pernah ikut menua."
- ur little daughter, Fransiska Melania Hidayanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar